Merawat Semesta Cinta: Sinergi Guru dan Penyuluh untuk Kecerdasan Bangsa

Gambar Ilustrasi

Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025 adalah momen penghormatan tertinggi bagi para guru. Guru adalah figur sentral yang mendedikasikan hidupnya untuk menanamkan ilmu, membentuk karakter, dan membimbing generasi muda. Sebagai pilar peradaban, dedikasi tulus guru melahirkan para pemimpin, inovator, dan masyarakat yang berintegritas.

Kemuliaan Pendidik dalam Perspektif Spiritual

Kedudukan guru sangat dimuliakan, terutama dalam Islam. Guru dianggap sebagai pewaris misi profetik, yaitu mencerahkan umat melalui ilmu. Keagungan ini diperkuat oleh firman Allah Swt.:

 يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ …

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa guru, sebagai penyebar ilmu, memiliki derajat istimewa. Hari Guru Nasional pun menjadi pengingat bahwa ketulusan pendidik adalah sumber kekuatan suatu bangsa, dan profesi ini merupakan amal jariyah yang berkelanjutan.

Jangkauan Pendidikan di Luar Kelas: Peran Penting Penyuluh

Proses mencerdaskan bangsa tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah formal. Di luar kelas, hadir para penyuluh yang bergerak di jalur pendidikan nonformal. Mereka melengkapi peran guru dengan menjadi pendamping masyarakat yang berfokus pada penerapan pengetahuan praktis. Penyuluh berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan teori dengan realitas lapangan.

Mereka bukanlah pesaing guru, melainkan pelengkap strategis yang bertugas mencerdaskan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan pendekatan yang personal, penyuluh memastikan ilmu dapat diimplementasikan, misalnya dalam:

Pengolahan pertanian berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan usaha.

Peningkatan kesehatan preventif dan ketahanan keluarga.

Peran ini menuntut keikhlasan, kesabaran, dan kemampuan komunikasi yang kuat agar ilmu tersebut benar-benar bermanfaat.

Aktivitas Edukasi sebagai Misi Utama

Mengajar dan mendidik adalah sebuah misi mulia yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw., yang bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا

Artinya, “Sungguh, aku hanya diutus sebagai muallim (guru/pengajar). Mereka ini yang lebih utama,” kata Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian melangkah lalu duduk dan bergabung bersama mereka di majelis taklim. (HR Ad-Darimi).

Hadis ini menunjukkan bahwa edukasi baik formal (guru) maupun nonformal (penyuluh) adalah inti dari upaya pembawa kebaikan. Penyuluh menjalankan fungsi edukatif secara langsung di tengah masyarakat, seperti di ladang atau balai desa. Selain itu, Nabi Saw. memandang aktivitas belajar-mengajar sebagai amal terbaik:


وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ .

“ Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya .” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, tidak. 5027

Ini menekankan bahwa setiap bentuk pengajaran, baik ilmu agama, sains, maupun pengetahuan praktis, merupakan amal yang memiliki nilai kebaikan luas dan berkelanjutan.

Sinergi dan Tujuan Bersama

Pada Hari Guru Nasional, kita menempatkan guru sebagai arsitek utama yang membangun dasar ilmu dan etika generasi. Namun, kita juga wajib menghargai para penyuluh yang memastikan pemahaman tersebut dihidupkan dalam praktik nyata di masyarakat.

Harmoni peran ini sangat jelas:

Guru: Membangun fondasi kognitif dan karakter.

Penyuluh: Mengubah ilmu menjadi praktik nyata dan kemandirian.

Meskipun berbeda jalur, keduanya memiliki satu misi fundamental: memajukan dan mencerdaskan bangsa. Bersama-sama, mereka merawat “semesta cinta” ilmu pengetahuan.

Selamat Hari Guru Nasional 2025.

Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Guru di seluruh Indonesia yang sabar menyalakan api ilmu. Anda adalah investasi masa depan bangsa. Penghargaan tulus juga diberikan kepada Para Penyuluh di berbagai sektor yang gigih membantu masyarakat mempraktikkan pengetahuan demi kehidupan yang lebih baik, membuktikan bahwa proses belajar adalah proses yang tak pernah usai.

Referensi

Al-Qur’an dan Terjemah. Surah Al-Mujadilah, Ayat 11.

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih Al-Bukhari. Hadis No. 5027 (Kitab Fadhailul Qur’an).

Ibnu Majah, Muhammad bin Yazid. Sunan Ibnu Majah. Hadis No. 229 (Kitab Muqaddimah).

PGRI. Konsep Hari Guru Nasional. Peringatan tahunan setiap tanggal 25 November, merujuk pada tanggal berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia.

pendaftaran Sertifikasi Halal

Comment