lenterareligi.com_Arus digitalisasi di tahun 2026 bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi organisasi keagamaan. Menyadari hal tersebut, Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kabupaten Tuban tancap gas melaksanakan kegiatan Turun ke Bawah (Turba) dan Silaturahmi di Zona 2, yang meliputi Kecamatan Jenu, Merakurak, dan Tambakboyo. Ahad, 26/4/26.
Bertempat di Pondok Pesantren Alhasaniyah Ghozaly, acara ini mengusung misi besar: “Transformasi Majelis Taklim: Meningkatkan Kualitas Dakwah dan Kemandirian Organisasi di Era Digital.”
Sinergi Lintas Sektoral di Jantung Pesantren
Kehadiran rombongan PD BKMT disambut hangat oleh Kiai Minanurrohman, Pengasuh Ponpes Alhasaniyah Ghozaly sekaligus Ketua PC BKMT Tambakboyo. Dalam sambutannya, beliau memuji militansi para jamaah yang tetap teguh menyiarkan agama di tengah perubahan zaman.
Acara ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, mulai dari Kepala KUA dari empat kecamatan, Penyuluh Agama Islam, hingga pimpinan organisasi otonom seperti Tanfidziyah MWCNU, Muslimat, dan Fatayat. Sinergi ini mempertegas bahwa BKMT menjadi payung besar bagi persatuan umat.
Pesan Tegas Hj. Umi Kulsum: Dakwah Harus Adaptif
Ketua PD BKMT Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Tuban, memimpin langsung pembinaan ini. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman.
“Transformasi Majelis Taklim menuntut kita memperluas jangkauan dakwah melalui kanal digital. Kita ingin BKMT tidak hanya menjadi wadah ibadah, tetapi juga motor penggerak ekonomi jemaah melalui kemandirian organisasi,” tegas Hj. Umi Kulsum.
Beliau juga mengajak seluruh kader untuk berkolaborasi dengan Muslimat dan Fatayat dalam membentengi masyarakat dari serangan hoaks dan informasi negatif di ruang siber.
Lima Pilar Akselerasi BKMT Tuban 2026
Dalam sesi pemaparan program kerja, PD BKMT merinci langkah-langkah strategis yang akan diakselerasi di seluruh tingkatan:
- Penguatan Organisasi: Penataan administrasi digital dan penyeragaman atribut (papanisasi) hingga tingkat desa.
- Dakwah Modern: Selain pengajian rutin, BKMT fokus pada pelatihan muballighah dan deteksi dini aliran menyimpang.
- Sentuh Dunia Lewat Layar: Target besar aktivasi media sosial di tiap jenjang, pembuatan website resmi, serta pelatihan konten kreatif (video & desain grafis) untuk dakwah.
- Kemandirian Ekonomi: Mengusung program “One Majelis Taklim One Product”. Mengadopsi keberhasilan di Rengel, jemaah akan dibekali pelatihan skill (menjahit hingga tata boga) bekerja sama dengan BLK.
- Aksi Sosial & Kesehatan: Penyuluhan kesehatan lansia hingga santunan yatim piatu serentak pada momentum 10 Muharram.
Menuju Organisasi Mandiri
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang dinamis. Para pengurus di tingkat kecamatan hingga desa menyampaikan aspirasi serta tantangan lapangan yang mereka hadapi.
Dengan semangat kolaborasi yang membara, Turba Zona 2 ini menjadi sinyal kuat bahwa BKMT Tuban siap bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, mandiri, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di era digital.





Comment