Lenterareligi.com_Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) dan Silaturrahim di Gedung TPQ Miftahul Huda, Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Sabtu (25/04/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan bagi pengurus wilayah Zona I yang meliputi Kecamatan Kenduruan, Jatirogo, Bangilan, dan Senori.
Mengusung tema “Transformasi Majelis Taklim: Meningkatkan Kualitas Dakwah dan Kemandirian Organisasi di Era Digital”, agenda ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan visi organisasi di tengah pesatnya arus teknologi informasi.
Sinergi Tokoh dan Lintas Sektoral
Ketua PD BKMT Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I., hadir memimpin langsung jalannya acara. Beliau yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, didampingi jajaran Tim Pengurus Daerah untuk memberikan pembinaan intensif kepada para kader.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala KUA dari empat kecamatan, Penyuluh Agama Islam, Ketua Tanfidziyah MWCNU, PAC Muslimat, PAC Fatayat, serta jajaran pengurus Permata (Persatuan Majelis Taklim) dan tokoh masyarakat setempat.
Pesan Ketua: Dakwah Harus Adaptif dan Mandiri
Dalam arahannya, Hj. Umi Kulsum menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam menyebarkan syiar Islam di tahun 2026.
“Transformasi Majelis Taklim menuntut kita untuk memperluas jangkauan dakwah melalui kanal digital. Kita ingin BKMT tidak hanya menjadi wadah ibadah, tetapi juga motor penggerak ekonomi jemaah melalui kemandirian organisasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan organisasi otonom seperti Muslimat dan Fatayat untuk membentengi masyarakat dari informasi negatif.
Pemaparan Program Kerja Komprehensif
Dalam sesi pemaparan, PD BKMT Tuban merinci delapan pilar program kerja yang akan diakselerasi di seluruh tingkatan, antara lain:
- Sekretariat & Organisasi: Penataan administrasi, validasi data Majelis Taklim, serta akselerasi pembentukan pengurus Permata di seluruh desa/kelurahan. Termasuk di dalamnya adalah “papanisasi” atau penyeragaman papan nama organisasi di tiap jenjang.
- Dakwah & Pendidikan: Penguatan pengajian remaja dan ibu-ibu, pelatihan muballigh/muballighah, hingga deteksi dini aliran sesat. Program pendidikan juga menyasar bimbingan pra-nikah, keluarga sakinah, serta manasik haji dan umrah.
- Digitalisasi (Sentuh Dunia Lewat Layar): Menjadi fokus utama dengan target aktivasi media sosial di semua tingkatan, pembuatan website resmi PD BKMT, serta pelatihan pembuatan konten video dan flayer sebagai sarana dakwah modern.
- Pemberdayaan Ekonomi & Kesejahteraan: Mendorong program “One Majelis Taklim One Product” (satu majelis satu usaha) yang terinspirasi dari keberhasilan di Rengel. Hal ini didukung dengan pelatihan keterampilan (menjahit, sablon, tata boga) yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
- Kesehatan & Sosial: Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan lansia, pencegahan narkoba, pengobatan gratis, hingga santunan yatim piatu dan dhuafa secara serentak pada momentum 10 Muharram.
Kegiatan Turba ditutup dengan diskusi interaktif untuk menyerap aspirasi dan kendala di lapangan. Semangat kolaborasi yang terbangun menandakan kesiapan penuh BKMT Zona I Tuban untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, mandiri, dan berdampak bagi umat.





Comment