Implementasi PMA No. 24/2024 dan KMA No. 1644/2025: 50 Penyuluh Agama Islam Jatim Resmi Dilantik Jadi Kepala KUA

Lenterareligi.com – Penguatan pelayanan keagamaan di Jawa Timur memasuki babak baru. Berdasarkan pilar regulasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 24 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1644 Tahun 2025, sebanyak 50 Penyuluh Agama Islam Fungsionalpada tahun 2026 resmi mendapat amanah baru melalui promosi dan penempatan sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di sejumlah kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Regulasi baru ini memberikan landasan hukum yang kuat bahwa kepemimpinan KUA tidak lagi terbatas pada Jabatan Fungsional Penghulu, melainkan membuka ruang bagi Penyuluh Agama Islam Fungsional untuk menduduki posisi pimpinan di tingkat kecamatan.

Promosi ini bukan sekadar pergantian struktur jabatan, melainkan bentuk kepercayaan penuh terhadap kapasitas para penyuluh yang selama ini menjadi garda terdepan di tengah masyarakat mendampingi umat, memberikan bimbingan keagamaan, sekaligus aktif memberikan solusi atas berbagai dinamika sosial.

Bawa Sentuhan Humanis ke Dalam Tata Kelola KUA

Pengalaman panjang bersentuhan langsung dengan akar rumput menjadi modal krusial bagi para penyuluh dalam menjalankan tugas baru sebagai Kepala KUA.

Di bawah naungan aturan baru, Kepala KUA tidak hanya dituntut cakap mengelola administrasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. KUA diharapkan bertransformasi menjadi pusat layanan keagamaan yang profesional, humanis, responsif, inovatif, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berbagai ranah pelayanan vital mulai dari pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, pembinaan keluarga sakinah, pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat dan wakaf, hingga penguatan moderasi beragama menjadi bagian dari ruang lingkup tugas yang siap mereka akselerasi.

Dari Pembina Umat Menjadi Pemimpin Layanan

Kehadiran para Penyuluh Agama Islam di jajaran pimpinan KUA diyakini membawa warna baru. Keterbiasaan mendengar aspirasi warga, membina berbagai majelis, serta merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan menjadi bekal berharga bagi kepemimpinan mereka.

Dengan semangat melayani, membimbing, dan memberdayakan, para Kepala KUA baru diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang tidak berhenti di balik meja kantor, melainkan benar-benar hadir dan dirasakan di tengah kehidupan masyarakat.

Daftar Penyuluh Agama Islam yang Mendapat Promosi

Berdasarkan data yang dihimpun dari PW IPARI Jawa Timur, berikut Penyuluh Agama Islam Fungsional yang resmi dilantik sebagai Kepala KUA:

  1. M. Zakariya, S.Ag. (Ahli Madya) – Kab. Bangkalan
  2. Mufaroha, S.Ag. (Ahli Madya) – Kab. Bangkalan
  3. Sainiyah, S.Ag., M.H. (Ahli Muda) – Kab. Bangkalan
  4. Moh. Mi’rojul Munir, S.Ag. (Ahli Pertama) – Kab. Blitar
  5. Siswono, S.Pd.I. (Ahli Muda) – Kab. Bojonegoro
  6. Imam Huzaeni, S.Ag. (Ahli Muda) – Kab. Bondowoso
  7. Slamet Makruf, S.Ag., M.A. (Ahli Madya) – Kab. Lamongan
  8. Budiono, S.Ag. (Ahli Muda) – Kab. Lumajang
  9. Muhammad Asrorur Robbani, S.HI. (Ahli Muda) – Kab. Malang
  10. Wilujeng Wahyudin Santoso, S.Ag. (Ahli Muda) – Kab. Nganjuk
  11. Sinasan, S.Pd.I. (Ahli Muda) – Kab. Nganjuk
  12. M. Farihin, S.Ag., M.Pd.I. (Ahli Muda) – Kab. Pasuruan
  13. Thuchfatul Syafa’atun Muniro, S.Ag. (Ahli Madya) – Kab. Pasuruan
  14. Anas Fauzi, S.Ag. (Ahli Muda) – Kab. Pasuruan
  15. Rahmad Salahuddin TP., S.Ag., M.H. (Ahli Muda) – Kab. Pasuruan
  16. Siti Mustaqilah, S.HI. (Ahli Muda) – Kab. Sumenep
  17. Moh. Halili, S.Ag. (Ahli Muda) – Kab. Sumenep
  18. Yusep Wahyudi, S.Ag. – Kepala KUA Binangun, Kab. Blitar
  19. Binti Shofiyah, S.Ag. – Kepala KUA Garum, Kab. Blitar
  20. Hermazusti, S.Ag., M.Ag. – Kepala KUA Wonodadi, Kab. Blitar
  21. Sunhana, M.A. – Kepala KUA Kesamben, Kab. Blitar
  22. Yusuf, S.HI – Kepala KUA Ngambon, Kab. Bojonegoro
  23. Anis Syafa Fitriatin, S.Sos.I – Kepala KUA Padangan, Kab. Bojonegoro
  24. Mochamad Arief Ashari, S.Sos.I – Kepala KUA Tlogosari, Kab. Bondowoso
  25. Ifawati Asri Mawaddah, S.HI., M.Pd.I – Kepala KUA Sukosari, Kab. Bondowoso
  26. Cecep Hendrik Adiatna, S.Ag. – Kepala KUA Pakusari, Kab. Jember
  27. Chusnul Ashari, S.Th.I – Kepala KUA Kudu, Kab. Jombang
  28. Zaenal Fanani, S.Ag. – Kepala KUA Banyakan, Kab. Kediri
  29. Siswanto, S.Ag. – Kepala KUA Sukorame, Kab. Lamongan
  30. Marsidi, S.Ag. – Kepala KUA Bantur, Kab. Malang
  31. Andik Ichwanto, S.Ag. – Kepala KUA Dujon, Kab. Malang
  32. Syaifudin Ma’arif, S.Ag., M.Si. – Kepala KUA Pakis, Kab. Malang
  33. Edy Sutrisno, S.Pd.I – Kepala KUA Pagak, Kab. Malang
  34. Muh Choirus Shalihin, S.Ag. – Kepala KUA Wilangan, Kab. Nganjuk
  35. Ulya Ghoyati, S.Th.I – Kepala KUA Bringin, Kab. Ngawi
  36. Moh. Imam Ghazali, S.Ag. – Kepala KUA Waru, Kab. Pamekasan
  37. Abdul Hannan, S.Pd.I., M.Pd. – Kepala KUA Batumarmar, Kab. Pamekasan
  38. Sutiyono, S.Ag., M.Pd.I – Kepala KUA Bantaran, Kab. Probolinggo
  39. Kudsiya Azizah, S.Ag – Kepala KUA Tongas, Kab. Probolinggo
  40. Suharto, S.HI., M.Pd.I – Kepala KUA Banyuanyar, Kab. Probolinggo
  41. Munaamul Azizid, S.Ag., M.Pd. – Kepala KUA Sumber, Kab. Probolinggo
  42. Nasir, S.HI – Kepala KUA Kotaanyar, Kab. Probolinggo
  43. Sulusiyah, S.Ag – Kepala KUA Krejengan, Kab. Probolinggo
  44. Muhammad Is Afandi, S.HI – Kepala KUA Tiris, Kab. Probolinggo
  45. K. Budianto SA, S.Pd.I. – Kepala KUA Lumbang, Kab. Probolinggo
  46. Nur Kholish, S.Ag – Kepala KUA Banyuputih, Kab. Situbondo
  47. Moh. Halili, S.Ag – Kepala KUA Batuputih, Kab. Sumenep
  48. Mustain, S.Ag – Kepala KUA Kenduruan, Kab. Tuban
  49. Khoirul Muqim, S.Ag – Kepala KUA Tambakboyo, Kab. Tuban
  50. Zainal Arifin, S.Ag – Kepala KUA Kota Kediri, Kota Kediri

Amanah Baru, Estafet Pengabdian yang Lebih Luas

Sesuai tuntutan PMA No. 24/2024 dan KMA No. 1644/2025, promosi ini membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar. Selain mengelola tata usaha kelembagaan, para Kepala KUA baru dituntut menjadi figur penggerak pembinaan kehidupan keagamaan di tingkat kecamatan. Kedekatan dengan umat yang telah terjalin selama ini menjadi modal utama untuk menciptakan KUA yang terbuka, komunikatif, dan solutif.

Masyarakat kini membutuhkan pelayanan keagamaan yang cepat, ramah, transparan, dan berintegritas. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kepemimpinan KUA yang adaptif serta inovatif menjadi kunci utama.

Selamat kepada para Penyuluh Agama Islam yang menduduki amanah baru. Semoga jabatan ini menjadi pendorong untuk memperluas manfaat, memperkuat pelayanan, serta menjadikan KUA semakin dekat di hati masyarakat.( Bang Uji)

pendaftaran Sertifikasi Halal

Comment