Sinergitas Lintas Iman: Momentum Hari Toleransi Internasional 2024 di Tuban

Tuban, 17/11/24 (Hari Toleransi Internasional)

Tuban_Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November, KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban bersinergi dengan PD IPARI, Gereja Paroki Tuban, dan RS Muhammadiyah menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos). Acara yang berlangsung pada Ahad, 17 November 2024 ini mengusung semangat persatuan dan gotong royong lintas agama dengan dua agenda utama: Bersih-Bersih Tempat Ibadah dan Pengobatan Gratis.

Kegiatan bersih-bersih dilakukan di dua tempat ibadah, yakni Masjid Baiturrohim dan salah satu gereja di Kingking. Sementara itu, pengobatan gratis yang melibatkan 200 peserta diadakan di Balai KUA Tuban. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas iman, di antaranya:

Imam Bukori (Kepala KUA Tuban)
Imanuel Huseno (Ketua Bamag)
Tokoh Gereja Paroki Tuban
Khoirul Muqim (Ketua IPARI)
Karmuji (Sekretaris IPARI)
Lailatul Rosyidah (Bidang Moderasi Agama sekaligus Ketua Panitia)
Tim medis dari RS Muhammadiyah
Penyuluh agama Islam, Kristen, dan Buddha
Kepala KUA Tuban, Imam Bukori, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan simbol nyata toleransi antarumat beragama. “Ini adalah wujud sinergi yang memperkuat persaudaraan lintas iman. Kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan penghalang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Bamag, Imanuel Huseno, menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. “Hari Toleransi Internasional menjadi momentum bagi kita semua untuk membangun harmoni dan kerja sama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Ketua Panitia, Lailatul Rosyidah, menambahkan bahwa acara ini juga bagian dari menyongsong Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-79 yang akan diperingati pada awal Januari 2025. “Moderasi beragama adalah kunci kebersamaan kita. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik secara fisik maupun spiritual,” tuturnya.

Acara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, di mana relawan lintas agama saling bahu-membahu dalam kegiatan bersih-bersih dan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas iman dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. (Uji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *