Menjaga Niat Tetap Lurus di Bulan Ramadan

Tuban, 25/2/26

Karmuji_Penyuluh Agama Islam_KUA Tuban

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan melatih hati agar tetap tertuju hanya kepada Allah. Tanpa niat yang benar, puasa hanya akan menghasilkan lapar dan dahaga.

1. Landasan Utama: Syarat Meraih Ampunan

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kunci ampunan di bulan Ramadan bukanlah sekadar “ikut berpuasa”, melainkan niat yang didasari iman dan ihtisab (mengharap pahala).

Hadis Nabi ﷺ (HR. Bukhari & Muslim):

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (ihtisab), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

2. Tantangan Niat di Bulan Ramadan

Selama Ramadan, ada beberapa “kerikil” yang bisa membelokkan niat kita:

Riya Digital: Keinginan mengunggah foto saat tadarus, tarawih, atau sedekah demi mendapatkan apresiasi “saleh” dari netizen.

Budaya “Ikut-ikutan”: Berpuasa atau tarawih hanya karena sungkan dengan lingkungan atau sekadar mengikuti tradisi keluarga.

Haus Pujian saat Berbagi: Memberi takjil atau santunan namun lebih fokus pada dokumentasi daripada ketulusan memberi.

3. Tips Praktis Menjaga Niat Selama Puasa

A. Rahasiakan Sebagian Amal

Ramadan adalah waktu terbaik untuk memiliki “amal rahasia”. Jika tarawih dilakukan berjamaah, maka usahakan tahajud atau sedekah dilakukan tanpa ada satu pun orang yang tahu.

“Sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan aibmu.”

B. Perbarui Niat Setiap Malam

Jangan biarkan niat puasa menjadi rutinitas otomatis. Setiap malam saat berniat puasa, resapi dalam hati: “Ya Allah, besok aku berpuasa murni karena-Mu, bukan karena diet, bukan karena tradisi.”

C. Waspada saat Berbuka dan Tarawih

Seringkali niat goyah saat kita ingin menunjukkan betapa “lelahnya” kita berpuasa agar dikasihani atau dipuji. Tetaplah rendah hati dan jangan merasa lebih suci dari orang lain.

4. Doa Penjaga Hati di Bulan Suci

Selain doa yang telah dibahas sebelumnya, perbanyaklah membaca doa ini agar hati tidak melenceng setelah mendapat hidayah Ramadan:

QS. Ali Imran: 8

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami…”

Puasa adalah Ibadah “Rahasia”

Allah SWT berfirman dalam Hadis Qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Setiap amalan manusia adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari)

Karena puasa adalah ibadah yang tidak terlihat (hanya Anda dan Allah yang tahu apakah Anda benar-benar puasa), maka jadikanlah Ramadan ini sebagai madrasah untuk melatih keikhlasan yang paling dalam.

pendaftaran Sertifikasi Halal

Comment