Menjemput Keberkahan Ramadan dan Kemuliaan Lailatul Qadar 10 hari Terakhir

Tuban, 11/3/26

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan limpahan karunia. Kehadirannya senantiasa membawa pesan kedamaian dan peluang emas bagi setiap hamba untuk kembali kepada Rabb-nya.

Dalam sebuah riwayat, digambarkan betapa agungnya bulan ini:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Terjemahan: “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri dengan suatu kebajikan (sunnah), maka pahalanya seperti mengerjakan suatu kewajiban di bulan lain. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kewajiban, maka pahalanya seperti mengerjakan 70 kewajiban di bulan lain. Ia adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”

Catatan Hadis: Meskipun hadis ini sangat populer, para ahli hadis (seperti Syaikh Al-Albani) menilainya sebagai hadis Dhaif (Lemah). Namun, para ulama tetap sering menyampaikannya dalam konteks fadhilah amal (motivasi keutamaan amal) karena isinya selaras dengan prinsip-prinsip kemuliaan Ramadan yang terdapat dalam dalil-dalil sahih lainnya.

7 Keutamaan Agung Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah permata di dalam bulan Ramadan. Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, berikut adalah 7 kemuliaannya:

Malam Turunnya Al-Qur’an

اخْتِيرَتْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ زَمَانًا لِنُزُولِ أَعْظَمِ مُعْجِزَةٍ لِأُمَّةِ الْإِسْلَامِ. وَقَدْ أَوْضَحَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الْقُرْآنَ جُمْلَةً وَاحِدَةً مِنَ اللَّحْوِ الْمَحْفُوظِ إِلَى بَيْتِ الْعِزَّةِ فِي السَّمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ نَزَلَ بَعْدَ ذَلِكَ مُفَرَّقًا (مُنَجَّمًا) عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عَلَى حَسَبِ الْوَقَائِعِ فِي ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ سَنَةً.

Lailatul Qadar dipilih sebagai waktu turunnya mukjizat terbesar umat Islam. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, sebelum kemudian diturunkan bertahap kepada Rasulullah ﷺ selama 23 tahun.

Lebih Baik dari Seribu Bulan

Allah Ta’ala berfirman:

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 3)

 Ibadah di satu malam ini nilainya lebih utama daripada beribadah selama 83 tahun 4 bulan secara terus-menerus.

Malam yang Penuh Keberkahan (Mubarakah)

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi…” (QS. Ad-Dukhan: 3) Keberkahan melingkupi setiap detik di malam ini, menjadikannya waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa.

Turunnya Malaikat Jibril dan Para Malaikat

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril.” (QS. Al-Qadar: 4) Para malaikat turun membawa rahmat dan mengunjungi majelis-majelis ilmu serta orang-orang yang sibuk dengan Al-Qur’an.

Malam Keselamatan dan Kesejahteraan (Salaam)

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 5) Setan tidak mampu berbuat buruk pada malam ini. Inilah malam di mana banyak hamba dibebaskan dari siksa neraka.

Dicatatnya Takdir Tahunan

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 4) Segala rincian urusan setahun ke depan seperti ajal, rezeki, dan peristiwa penting diperlihatkan kepada para malaikat pencatat untuk dijalankan selama setahun mendatang.

Pengampunan Dosa yang Telah Lalu

Rasulullah ﷺ bersabda:

 مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala (ihtisab), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar. Kuatkanlah kami untuk mengisi hari-hari terakhir Ramadan dengan amalan shalih yang tulus. Aamiin yaa Mujibas Saa-ilin.

pendaftaran Sertifikasi Halal

Comment