The Dakwah of Janur: Exploring Sunan Kalijaga’s Spiritual Legacy through the Philosophy of Ketupat

Tradisi Islam di Nusantara, khususnya di tanah Jawa, sering kali menggunakan simbol-simbol budaya sebagai sarana dakwah yang halus dan penuh makna. Salah satu warisan yang paling autentik adalah Lebaran Ketupat (Bakda Kupat). Dirayakan tepat satu minggu setelah Idul Fitri (8 Syawal), tradisi ini bukan sekadar jamuan makan, melainkan puncak dari rangkaian ibadah sunnah yang dijalin rapi dengan kearifan lokal.

Jembatan Menuju Kesempurnaan: Puasa Enam Hari

Lebaran Ketupat dirayakan sebagai penanda selesainya puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Dalam Islam, ketekunan setelah Ramadhan ini dijanjikan pahala yang sangat besar. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah ﷺ:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian menyambungnya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun penuh.” ( HR. Muslim No.1164)

Tradisi ini memotivasi umat Muslim untuk tidak langsung “lepas kendali” setelah Idul Fitri, melainkan tetap menjaga ritme ibadah. Angka enam hari tersebut, jika digabungkan dengan puasa Ramadhan, secara matematis (dengan izin Allah) setara dengan satu tahun penuh berdasarkan prinsip pelipatgandaan pahala dalam Al-Qur’an:

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya…” (QS. Al-An’am: 160)

Filosofi “Kupat”: Ngaku Lepat dan Laku Papat

Sunan Kalijaga, sebagai salah satu Wali Songo, memperkenalkan ketupat sebagai media dakwah. Kata Kupat memiliki dua makna mendalam dalam bahasa Jawa:

Ngaku Lepat (Mengakui Kesalahan)

Secara visual, ketupat dibungkus dengan janur (daun kelapa muda) yang dianyam rumit. Kerumitan ini melambangkan banyaknya kesalahan dan dosa manusia. Namun, ketika ketupat dibelah, terlihatlah nasi putih yang padat dan bersih. Ini melambangkan kesucian hati setelah seseorang mengakui kesalahannya (ngaku lepat) dan saling memaafkan.

Laku Papat (Empat Tindakan)

Lebaran Ketupat mengajarkan empat perilaku utama yang selaras dengan nilai-nilai Qur’ani:

  • Lebaran: Usai (selesainya bulan puasa).
  • Luberan: Melimpah (anjuran bersedekah makanan).
  • Leburan: Melebur (menghapus dosa dengan maaf).
  • Laburan: Kapur (menjaga kesucian hati agar tetap putih bersih).

Syukur dan Sedekah dalam Bingkai Kebersamaan

Perayaan ketupat biasanya ditandai dengan membawa hidangan ke masjid atau mushola untuk didoakan bersama (kenduri) lalu dibagikan. Tindakan memberi makan ini adalah salah satu amalan sosial paling tinggi dalam Islam:

وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 8)

Kegiatan makan bersama setelah puasa sunnah ini juga menjadi wujud syukur kolektif atas kekuatan yang diberikan Allah untuk menyempurnakan ibadah. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah:

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Filosofi Ketupat membuktikan bahwa tradisi dapat menjadi pelayan bagi syariat. Ia menjadi pengingat visual bahwa setelah melewati “rumitnya” ujian nafsu, ada kesucian yang harus dijaga. Dengan merayakan Lebaran Ketupat, seorang Muslim di Jawa sejatinya sedang merayakan kemenangan atas egonya, mempererat tali silaturahmi, dan menyempurnakan pahala setahun penuh.

Refrensi

Hadis Riwayat Muslim, No. 1164, Kitab Ash-Shiyam, Bab Istihbab Shaum Sitta Ayyam min Syawal.

Al-Qur’an, Surah Al-An’am, Ayat 160.

Al-Qur’an, Surah Al-Insan, Ayat 8.

Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah, Ayat 185

pendaftaran Sertifikasi Halal

Comment